Rabu, 19 November 2025

IP Address 192.168.1.0/27 - untuk subnet ke 1 - Kelompok 1

Subnetting 192.168.1.0/27 - Kelompok 1

Subnetting IP Address 192.168.1.0/27

Analisis lengkap — Subnet ke-1 (Kelompok 1)

👥 Anggota Kelompok 1

  • 525 - Mohammad Ali Ridho
  • 530 - Mutiara Endah Gusti Ayu
  • 527 - Muhammad Fauzan Habibul Adha
  • 533 - Raka Ilham Narendratama
  • 529 - Muhammad Roid Falih

🧮 Informasi singkat

IP
192.168.1.0/27
Subnet Mask
255.255.255.224
Mask (biner)
11111111.11111111.11111111.11100000
Blok per subnet
32 alamat
Host usable / subnet
30 host
Jumlah subnet (dari /24 → /27)
2³ = 8 subnet

📚 Cara Perhitungan:

  1. Tentukan prefix & mask: /27 → subnet mask = 255.255.255.224.
  2. Hitung bit host: 32 − 27 = 5 bit untuk host → total alamat per subnet = 2⁵ = 32.
  3. Host usable: usable = 32 − 2 = 30 (karena 1 alamat network + 1 broadcast tidak usable).
  4. Jumlah subnet: jika memulai dari /24 → tambahan 3 bit subnet (27−24), jadi 2³ = 8 subnet.
  5. Blok (increment): blok = 256 − 224 = 32 → berarti network addresses: 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224.
  6. Cara menentukan subnet ke-n: subnet ke-n (1-indexed) network = (n−1) * 32. Contoh subnet ke-1 → (1−1)*32 = 0 → network 192.168.1.0/27 (rentang .0 − .31).

Tip cepat: untuk /27 tambahkan 32 pada oktet terakhir untuk mendapat network berikutnya.

📘 Daftar Subnet (/27)

NoNetworkRentang HostBroadcast
1192.168.1.0/27192.168.1.1 - 192.168.1.30192.168.1.31
2192.168.1.32/27192.168.1.33 - 192.168.1.62192.168.1.63
3192.168.1.64/27192.168.1.65 - 192.168.1.94192.168.1.95
4192.168.1.96/27192.168.1.97 - 192.168.1.126192.168.1.127
5192.168.1.128/27192.168.1.129 - 192.168.1.158192.168.1.159
6192.168.1.160/27192.168.1.161 - 192.168.1.190192.168.1.191
7192.168.1.192/27192.168.1.193 - 192.168.1.222192.168.1.223
8192.168.1.224/27192.168.1.225 - 192.168.1.254192.168.1.255

🔎 Detail Subnet ke-1 (karena aku bagian Kelompok 1)

Subnet ke-1 = network 192.168.1.0/27 → rentang IP 192.168.1.0 − 192.168.1.31

KeteranganAlamat IP
Network (Subnet)192.168.1.0
Host 1192.168.1.1
Host 2192.168.1.2
Host 3192.168.1.3
Host 4192.168.1.4
Host 5192.168.1.5
Host 6192.168.1.6
Host 7192.168.1.7
Host 8192.168.1.8
Host 9192.168.1.9
Host 10192.168.1.10
Host 11192.168.1.11
Host 12192.168.1.12
Host 13192.168.1.13
Host 14192.168.1.14
Host 15192.168.1.15
Host 16192.168.1.16
Host 17192.168.1.17
Host 18192.168.1.18
Host 19192.168.1.19
Host 20192.168.1.20
Host 21192.168.1.21
Host 22192.168.1.22
Host 23192.168.1.23
Host 24192.168.1.24
Host 25192.168.1.25
Host 26192.168.1.26
Host 27192.168.1.27
Host 28192.168.1.28
Host 29192.168.1.29
Host 30192.168.1.30
Broadcast192.168.1.31

✅ Kesimpulan

Subnet ke-1 memiliki rentang IP 192.168.1.0 – 192.168.1.31 dengan 30 host usable (192.168.1.1 – 192.168.1.30). Subnet mask: 255.255.255.224. Blok setiap subnet = 32.

Cocok untuk jaringan kelas/lab kecil hingga 30 perangkat. Untuk subnet ke-n gunakan rumus (n−1)*32 untuk oktet terakhir.

Rabu, 12 November 2025

IP Address 192.168.1.0/29 - untuk subnet ke 19

Perhitungan Subnetting IP Address 192.168.1.0/29

Subnetting merupakan teknik pembagian jaringan IP menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas perhitungan subnetting untuk IP Address 192.168.1.0/29.

Konsep Dasar Subnetting /29

Notasi /29 menunjukkan bahwa 29 bit pertama digunakan untuk network, sedangkan 3 bit sisanya untuk host. Mari kita lihat representasi binernya:

IP Address     : 192.168.1.0/29
Subnet Mask    : 255.255.255.248

Dalam Biner:
11111111.11111111.11111111.11111000
└──────── 29 bit network ────────┘└3 bit host┘

Rumus-Rumus Penting

Menghitung Jumlah Subnet

Untuk mengetahui berapa banyak subnet yang bisa dibuat, gunakan rumus:

2x dimana x = bit yang dipinjam untuk subnet

Dari /24 ke /29 berarti meminjam 5 bit, sehingga: 25 = 32 subnet

Menghitung Jumlah Host

Untuk mengetahui jumlah host yang tersedia per subnet:

2y - 2 dimana y = bit yang tersisa untuk host

Dengan 3 bit host: 23 - 2 = 8 - 2 = 6 host

*Dikurangi 2 karena 1 untuk network address dan 1 untuk broadcast address

Menentukan Block Size

Block size menentukan lompatan setiap subnet:

256 - (oktet terakhir subnet mask)

256 - 248 = 8

Artinya, setiap subnet berjarak 8 alamat IP.

Informasi Subnet

Komponen Nilai
Jumlah Total Subnet 32 subnet
Host per Subnet 6 host
Block Size 8
Subnet Mask 255.255.255.248
Wildcard Mask 0.0.0.7

Daftar Seluruh Subnet

Berikut adalah pembagian 32 subnet dari IP 192.168.1.0/29 dengan block size 8:

No Range Subnet
1192.168.1.0 - 192.168.1.7
2192.168.1.8 - 192.168.1.15
3192.168.1.16 - 192.168.1.23
4192.168.1.24 - 192.168.1.31
5192.168.1.32 - 192.168.1.39
6192.168.1.40 - 192.168.1.47
7192.168.1.48 - 192.168.1.55
8192.168.1.56 - 192.168.1.63
9192.168.1.64 - 192.168.1.71
10192.168.1.72 - 192.168.1.79
11192.168.1.80 - 192.168.1.87
12192.168.1.88 - 192.168.1.95
13192.168.1.96 - 192.168.1.103
14192.168.1.104 - 192.168.1.111
15192.168.1.112 - 192.168.1.119
16192.168.1.120 - 192.168.1.127
17192.168.1.128 - 192.168.1.135
18192.168.1.136 - 192.168.1.143
19192.168.1.144 - 192.168.1.151
20192.168.1.152 - 192.168.1.159
21192.168.1.160 - 192.168.1.167
22192.168.1.168 - 192.168.1.175
23192.168.1.176 - 192.168.1.183
24192.168.1.184 - 192.168.1.191
25192.168.1.192 - 192.168.1.199
26192.168.1.200 - 192.168.1.207
27192.168.1.208 - 192.168.1.215
28192.168.1.216 - 192.168.1.223
29192.168.1.224 - 192.168.1.231
30192.168.1.232 - 192.168.1.239
31192.168.1.240 - 192.168.1.247
32192.168.1.248 - 192.168.1.255

PEMBAHASAN SUBNET KE-19

Dari tabel di atas, dapat kita lihat bahwa Subnet ke-19 berada pada range 192.168.1.144 - 192.168.1.151

Cara Menghitung Subnet ke-19

Untuk mencari subnet ke-19 secara manual, kita bisa menggunakan perhitungan berikut:

Rumus: Network Address = IP Awal + (Block Size × (Nomor Subnet - 1))

Perhitungan:
= 192.168.1.0 + (8 × (19 - 1))
= 192.168.1.0 + (8 × 18)
= 192.168.1.0 + 144
= 192.168.1.144

Jadi, Subnet ke-19 dimulai dari 192.168.1.144

Rincian Alamat IP pada Subnet ke-19

Fungsi Alamat IP Keterangan
Network Address 192.168.1.144 Alamat jaringan, tidak dapat digunakan untuk host
Host Pertama 192.168.1.145 Biasanya untuk gateway/router
Host Kedua 192.168.1.146 Dapat digunakan untuk komputer/server
Host Ketiga 192.168.1.147 Dapat digunakan untuk komputer/server
Host Keempat 192.168.1.148 Dapat digunakan untuk komputer/server
Host Kelima 192.168.1.149 Dapat digunakan untuk komputer/server
Host Keenam 192.168.1.150 Dapat digunakan untuk komputer/server
Broadcast Address 192.168.1.151 Alamat broadcast, tidak dapat digunakan untuk host

Ringkasan Subnet ke-19

Parameter Nilai
Network Address 192.168.1.144/29
Subnet Mask 255.255.255.248
Range Host yang Dapat Digunakan 192.168.1.145 - 192.168.1.150
Broadcast Address 192.168.1.151
Jumlah Host Tersedia 6 host

Representasi Biner Subnet ke-19

Berikut adalah representasi biner dari alamat-alamat penting pada subnet ke-19:

Network (192.168.1.144):
11000000.10101000.00000001.10010000

Host Pertama (192.168.1.145):
11000000.10101000.00000001.10010001

Host Terakhir (192.168.1.150):
11000000.10101000.00000001.10010110

Broadcast (192.168.1.151):
11000000.10101000.00000001.10010111

Contoh Konfigurasi Perangkat

Berikut adalah contoh implementasi subnet ke-19 pada perangkat jaringan:

Setting Router

Router(config)# interface GigabitEthernet0/0
Router(config-if)# ip address 192.168.1.145 255.255.255.248
Router(config-if)# no shutdown

Setting Komputer

Contoh konfigurasi IP pada komputer yang terhubung ke subnet ini:

  • IP Address: 192.168.1.146
  • Subnet Mask: 255.255.255.248
  • Default Gateway: 192.168.1.145
  • DNS: 8.8.8.8 atau 8.8.4.4

Testing Konektivitas

Setelah konfigurasi, lakukan testing dengan perintah:

ping 192.168.1.145
ping 192.168.1.146
tracert www.google.com

Wildcard mask


Memahami Wildcard Mask pada Jaringan Komputer

Dalam dunia jaringan komputer, terutama saat bekerja dengan router dan Access Control List (ACL), kita sering mendengar istilah wildcard mask. Bagi sebagian orang, konsep ini mungkin terdengar mirip dengan subnet mask, namun sebenarnya keduanya memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang apa itu wildcard mask, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana menggunakannya dalam konfigurasi jaringan.

Apa Itu Wildcard Mask?

Wildcard mask adalah deretan 32-bit yang digunakan untuk menentukan bagian mana dari alamat IP yang harus diperiksa atau diabaikan. Wildcard mask sering digunakan dalam konfigurasi router Cisco, khususnya pada Access Control List (ACL) dan routing protokol seperti OSPF (Open Shortest Path First).

Perbedaan dengan Subnet Mask

Jika subnet mask menggunakan logika 1 = network, 0 = host, maka wildcard mask menggunakan logika kebalikannya, yaitu 0 = periksa, 1 = abaikan. Inilah yang membuat wildcard mask unik dan berbeda dari subnet mask.

Contoh perbandingan:

  • Subnet Mask: 255.255.255.0 (11111111.11111111.11111111.00000000)
  • Wildcard Mask: 0.0.0.255 (00000000.00000000.00000000.11111111)

Cara Kerja Wildcard Mask

Wildcard mask bekerja dengan prinsip sederhana:

  • Bit 0 = bit pada alamat IP harus sesuai (diperiksa)
  • Bit 1 = bit pada alamat IP boleh apa saja (diabaikan)

Ketika router membaca wildcard mask, ia akan memeriksa setiap bit pada alamat IP. Jika bit pada wildcard mask adalah 0, maka bit yang sesuai pada alamat IP harus cocok persis. Jika bit pada wildcard mask adalah 1, maka bit pada alamat IP tersebut akan diabaikan.

Contoh Sederhana

Misalkan kita memiliki:

  • IP Address: 192.168.1.10
  • Wildcard Mask: 0.0.0.255

Ini berarti:

  • Oktet pertama (192) harus tepat 192
  • Oktet kedua (168) harus tepat 168
  • Oktet ketiga (1) harus tepat 1
  • Oktet keempat boleh nilai apa saja (0-255)

Jadi wildcard mask ini akan mencocokkan semua alamat IP dari 192.168.1.0 hingga 192.168.1.255.

Cara Menghitung Wildcard Mask

Untuk mengkonversi subnet mask menjadi wildcard mask, caranya sangat mudah: kurangi setiap oktet subnet mask dari 255.

Formula:

Wildcard Mask = 255.255.255.255 - Subnet Mask

Contoh Konversi

Contoh 1:

  • Subnet Mask: 255.255.255.0
  • Wildcard Mask: 0.0.0.255
  • 255 - 255 = 0
  • 255 - 255 = 0
  • 255 - 255 = 0
  • 255 - 0 = 255

Contoh 2:

  • Subnet Mask: 255.255.240.0
  • Wildcard Mask: 0.0.15.255
  • 255 - 255 = 0
  • 255 - 255 = 0
  • 255 - 240 = 15
  • 255 - 0 = 255

Contoh 3:

  • Subnet Mask: 255.255.255.252
  • Wildcard Mask: 0.0.0.3
  • 255 - 255 = 0
  • 255 - 255 = 0
  • 255 - 255 = 0
  • 255 - 252 = 3

Tabel Referensi Wildcard Mask

Subnet Mask Wildcard Mask Jumlah Host CIDR
255.255.255.255 0.0.0.0 1 /32
255.255.255.252 0.0.0.3 4 /30
255.255.255.248 0.0.0.7 8 /29
255.255.255.240 0.0.0.15 16 /28
255.255.255.224 0.0.0.31 32 /27
255.255.255.192 0.0.0.63 64 /26
255.255.255.128 0.0.0.127 128 /25
255.255.255.0 0.0.0.255 256 /24
255.255.254.0 0.0.1.255 512 /23
255.255.252.0 0.0.3.255 1024 /22
255.255.0.0 0.0.255.255 65536 /16
255.0.0.0 0.255.255.255 16777216 /8

Penggunaan Wildcard Mask dalam Konfigurasi

1. Access Control List (ACL)

Wildcard mask paling sering digunakan dalam konfigurasi ACL pada router Cisco untuk menentukan alamat IP mana yang diizinkan atau ditolak.

Contoh konfigurasi ACL:

access-list 10 permit 192.168.1.0 0.0.0.255

Perintah di atas akan mengizinkan semua traffic dari network 192.168.1.0/24.

access-list 20 deny 10.0.0.0 0.255.255.255

Perintah ini akan memblokir semua traffic dari network 10.0.0.0/8.

2. OSPF Routing Protocol

Dalam konfigurasi OSPF, wildcard mask digunakan untuk menentukan interface mana yang akan berpartisipasi dalam proses OSPF.

Contoh konfigurasi OSPF:

router ospf 1
 network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
 network 10.10.10.0 0.0.0.3 area 1

3. EIGRP Routing Protocol

Sama seperti OSPF, EIGRP juga menggunakan wildcard mask untuk menentukan network yang akan diiklankan.

Contoh konfigurasi EIGRP:

router eigrp 100
 network 192.168.0.0 0.0.255.255
 network 172.16.0.0 0.0.15.255

Wildcard Mask Khusus

Host Tunggal (0.0.0.0)

Wildcard mask 0.0.0.0 digunakan untuk menentukan satu host spesifik. Semua bit harus cocok persis.

access-list 10 permit 192.168.1.100 0.0.0.0

Atau bisa disingkat menggunakan keyword host:

access-list 10 permit host 192.168.1.100

Semua Host (255.255.255.255)

Wildcard mask 255.255.255.255 digunakan untuk mencocokkan semua alamat IP. Semua bit diabaikan.

access-list 10 permit 0.0.0.0 255.255.255.255

Atau bisa disingkat menggunakan keyword any:

access-list 10 permit any

Contoh Kasus Praktis

Kasus 1: Memblokir Subnet Tertentu

Anda ingin memblokir akses dari network 192.168.10.0/24 tetapi mengizinkan network lainnya:

access-list 100 deny ip 192.168.10.0 0.0.0.255 any
access-list 100 permit ip any any

Kasus 2: Mengizinkan Range IP Tertentu

Anda ingin mengizinkan hanya IP 192.168.1.64 hingga 192.168.1.127 (subnet /26):

access-list 110 permit ip 192.168.1.64 0.0.0.63 any

Kasus 3: Wildcard Mask Tidak Berurutan

Anda ingin mengizinkan semua host dengan oktet terakhir genap pada network 10.1.1.0:

access-list 120 permit ip 10.1.1.0 0.0.0.254 any

Wildcard mask 0.0.0.254 dalam biner adalah 00000000.00000000.00000000.11111110, yang berarti bit terakhir harus 0 (genap).

Tips dan Trik Menggunakan Wildcard Mask

  1. Gunakan Keyword untuk Kemudahan - Gunakan "host" untuk single IP dan "any" untuk semua IP agar lebih mudah dibaca.
  2. Periksa dengan Kalkulator - Gunakan wildcard mask calculator online untuk memverifikasi perhitungan Anda.
  3. Ingat Formula Konversi - Selalu ingat: 255 - subnet mask = wildcard mask.
  4. Bit 0 = Match, Bit 1 = Ignore - Ini kebalikan dari subnet mask, jadi jangan sampai tertukar.
  5. Testing ACL - Selalu test konfigurasi ACL Anda dengan perintah "show access-lists" dan "show ip access-lists".

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  1. Menukar dengan Subnet Mask - Wildcard mask bukan subnet mask. Jangan langsung menggunakan nilai subnet mask sebagai wildcard mask.
  2. Lupa Urutan ACL - ACL diproses dari atas ke bawah. Aturan yang lebih spesifik harus ditempatkan lebih dulu.
  3. Tidak Menggunakan "any" di Akhir - Secara default, ACL memiliki implicit deny di akhir. Jangan lupa menambahkan permit any jika diperlukan.
  4. Wildcard Mask Salah Hitung - Periksa ulang perhitungan Anda, terutama untuk subnet yang tidak standar.

Kesimpulan

Wildcard mask adalah konsep penting dalam administrasi jaringan, khususnya saat bekerja dengan router Cisco. Memahami perbedaan antara wildcard mask dan subnet mask, serta bagaimana cara menghitung dan menggunakannya dalam konfigurasi ACL dan routing protocol, akan sangat membantu dalam mengelola jaringan dengan lebih efektif.

Kunci utama dalam menguasai wildcard mask adalah:

  • Memahami prinsip bit 0 = periksa, bit 1 = abaikan
  • Mampu mengkonversi subnet mask ke wildcard mask dengan formula 255 - subnet mask
  • Berlatih dengan berbagai contoh kasus konfigurasi
  • Selalu melakukan testing setelah konfigurasi

Dengan pemahaman yang baik tentang wildcard mask, Anda akan lebih percaya diri dalam mengkonfigurasi dan troubleshooting jaringan. Selamat belajar dan semoga artikel ini bermanfaat!