Senin, 21 September 2026

Administrasi File Linux Debian

Debian Server Administrasi File Hierarki FHS

1. Kilas Balik & Konsep Hierarki Root Direktori

Kilas Balik: Administrasi User
1. Login root 2. Clear 3. Adduser 4. Logout 5. Login user 6. Userdel -r 7. Groupadd 8. Groupdel 9. Usermod

Sistem operasi Linux tidak mengenal konsep drive letter terpisah seperti pada Windows (C:, D:). Seluruh berkas dan periferal terstruktur di dalam direktori-direktori yang bermuara pada satu direktori akar tunggal, yaitu root directory yang disimbolkan dengan tanda garis miring (/).

Perintah ls <nama_direktori> digunakan untuk menampilkan isi dari direktori yang ditentukan. Gunakan ls / untuk memeriksa daftar direktori utama sistem Debian:

debian123 ~ ls root directory
root@debian123:~# ls /
bin  boot  dev  etc  home  initrd.img  lib  lost+found  media  mnt  opt  proc  root  run  sbin  srv  sys  tmp  usr  var  vmlinuz
Operasi Berkas Navigasi

2. Navigasi Direktori & Pembuatan Berkas

a. Berpindah Direktori Aktif (cd /usr)

Gunakan perintah cd /usr untuk beralih ke direktori /usr. Tanda tilde (~) pada prompt otomatis berubah menjadi nama path direktori aktif saat ini (/usr).

debian123 ~ cd
root@debian123:~# cd /usr
root@debian123:/usr#

b. Membuat Folder Baru (mkdir) & Pengujian Hak Akses

Gunakan mkdir <nama_directory> untuk membuat direktori baru. Jika ls dipanggil tanpa argumen, terminal akan mendaftar seluruh isi direktori kerja aktif saat itu.

Linux memiliki aturan akses ketat; tidak semua pengguna memiliki hak menulis atau mengeksekusi berkas sistem. Sebagai simulasi pengujian:

  1. Buat user baru dengan nama bintang (adduser bintang).
  2. Logout dari root, lalu login sebagai user bintang.
debian123 ~ mkdir & user session
root@debian123:/usr# mkdir data
root@debian123:/usr# ls
bin  data  games  include  lib  local  sbin  share  src
root@debian123:/usr# adduser bintang
root@debian123:/usr# logout

c. Membuat Berkas Kosong (touch) & Format Panjang (ls -l)

Perintah touch <nama_file> digunakan untuk membuat berkas teks kosong baru. Selanjutnya, masuk kembali ke direktori /usr dan jalankan perintah ls -l untuk menampilkan isi direktori secara terperinci beserta seluruh atribut perizinannya.

debian123 ~ touch & ls -l
debian123 login: bintang
Password: ••••••••
bintang@debian123:~$ touch catatanku.txt
bintang@debian123:~$ cd /usr
bintang@debian123:/usr$ ls -l
total 36
drwxr-xr-x  2 root root  4096 Sep 14 01:10 bin
drwxr-xr-x  2 root root  4096 Sep 14 01:15 data
drwxr-xr-x  2 root root  4096 Sep 14 01:10 games
drwxr-xr-x 10 root root  4096 Sep 14 01:10 lib
Keamanan Sistem Permission 10-Digit

3. Struktur Hak Akses Berkas & Direktori

Pada kolom pertama hasil perintah ls -l, terdapat rangkaian 10 karakter yang menjelaskan izin akses dari entitas tersebut:

Contoh Rangkaian Izin Akses:
d r w x r - x r - x
[1] Tipe [2-4] Owner (User) [5-7] Group [8-10] Others (Publik)
Posisi Karakter Subjek Keterangan & Penjelasan
Karakter ke-1 Tipe Berkas Huruf d jika direktori/folder, atau tanda - jika berupa berkas reguler.
Karakter ke 2 – 4 Pemilik (User/Owner) Hak akses khusus yang dimiliki oleh akun pembuat berkas tersebut.
Karakter ke 5 – 7 Grup (Group) Hak akses bagi seluruh pengguna lain yang tergabung dalam grup kepemilikan yang sama.
Karakter ke 8 – 10 Publik (Others) Hak akses untuk pengguna lain di luar pemilik berkas dan di luar keanggotaan grup.
Arti Simbol Perizinan:
  • r (Read): Izin membaca atau melihat isi berkas/direktori.
  • w (Write): Izin mengubah, mengedit isi, atau menghapus berkas di dalam folder.
  • x (Execute): Izin menjalankan berkas (program/skrip) atau memasuki direktori.
  • - (Dash): Menandakan hak akses terkait dinonaktifkan/ditiadakan.

Suplemen & Referensi Lanjutan

Pelajari materi pendukung mengenai perizinan chmod, chown, dan panduan praktikum lanjutan melalui rujukan berikut:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Administrasi File Linux Debian

Debian Server Administrasi File Hierarki FHS 1. Kilas Balik & Konsep Hierarki Root Direkto...