Pengantar & Autentikasi Awal
Server Debian diinstalasi tanpa grafik (mode teks murni). Oleh karena itu, antarmuka yang tersedia hanya berupa Command Line Interface (CLI). Pengguna yang sudah terbiasa dengan DOS tentu tidak asing dengan sistem berbasis baris perintah ini.
Setelah proses instalasi selesai, Debian meminta pengguna masuk ke sistem. Pada tahapan instalasi awal, terdapat dua akun bawaan yang telah dibuat:
- Akun utama (root): Memegang level administrasi tertinggi (super user) dengan hak membuat maupun menghapus user.
- Akun user biasa: Akun dengan nama depan yang ditentukan saat instalasi.
1 & 2. Tampilan Login & Masuk sebagai Root
Selesai menginstal Debian, akan keluar tampilan debian123 login. Masuklah sebagai root dengan mengetikkan root pada prompt login beserta kata sandinya.
3. Perintah Membersihkan Layar (clear)
Setelah berhasil masuk ke dalam lingkungan root, ketikkan clear untuk mengosongkan riwayat teks di layar monitor.
Pengelolaan User Pertama & Analisis Prompt
4 & 5. Perintah adduser & logout
Perintah adduser <nama_pengguna> digunakan untuk menambah pengguna baru (dalam praktik ini dibuat user bill). Sistem akan meminta kata sandi baru serta identitas opsional. Setelah selesai, ketik logout untuk keluar dari sesi akun root.
6. Masuk sebagai Pengguna Baru & Perbedaan Prompt (# vs $)
Masuk sebagai user baru bill dengan kata sandi gates. Amati perbedaan bentuk prompt command line:
- Saat masuk sebagai root, prompt diakhiri tanda pagar:
root@debian123:~# - Saat masuk sebagai user biasa (bill), prompt diakhiri tanda dolar:
bill@debian123:~$ - Tanda tilde (
~) menunjukkan posisi kerja sedang berada di direktori home milik akun aktif (dalam hal ini/home/bill).
7. Perintah Menghapus User Bersih (userdel -r)
Ketik logout dari sesi bill, lalu login kembali sebagai root. Gunakan opsi -r pada perintah userdel -r bill untuk menghapus akun pengguna sekaligus melenyapkan seluruh data di dalam direktori /home/bill secara bersih.
Administrasi Grup Pengguna (Group Management)
8. Perintah groupadd & groupdel
Beberapa user yang memiliki kebutuhan hak akses serupa dapat dimasukkan ke dalam satu group agar pembatasan perizinan tidak perlu dikonfigurasi satu demi satu.
groupadd <nama_group>: Membuat group baru.groupdel <nama_group>: Menghapus group yang ada.
Skenario Praktik: Buat 2 group yaitu jawatengah dan jawabarat, lalu buat 4 user baru: pati, rembang, bandung, dan subang.
9. Perintah Memindahkan User ke Group (usermod -g)
Perintah usermod -g <nama_group> <nama_user> digunakan untuk menetapkan group utama bagi user. Pindahkan pati dan rembang ke dalam group jawatengah, serta bandung dan subang ke dalam group jawabarat.
Hierarki Direktori, Navigasi, & Atribut Berkas
10. Konsep Root Directory & Perintah ls /
Linux tidak memiliki sistem pemisahan drive seperti Windows (C:, D:). Seluruh struktur berakar pada satu direktori awal yaitu root directory yang dilambangkan dengan garis miring tunggal (/). Perintah ls <nama_direktori> digunakan untuk menampilkan isi dari folder tersebut.
11. Perintah Berpindah Folder (cd /usr)
Ketik cd /usr untuk mengganti posisi direktori aktif. Perhatikan bahwa tanda ~ (tilde) pada prompt terminal kini berganti secara otomatis menjadi /usr.
12. Membuat Direktori (mkdir), Hak Akses User Bintang, touch, & ls -l
Gunakan mkdir <nama_directory> untuk membuat folder. Perintah ls tanpa argumen akan mendaftar seluruh isi direktori yang sedang aktif saat itu (/usr).
Berkas di Linux diatur oleh izin akses ketat. User biasa tidak bisa sembarangan memodifikasi berkas sistem tanpa izin dari root:
- Buat user baru bernama bintang (
adduser bintang). - Logout dari root, lalu masuk sebagai user bintang.
- Buat file kosong baru menggunakan perintah
touch <nama_file>. - Masuk kembali ke folder
/usr, lalu eksekusils -luntuk memeriksa daftar atribut perizinan, kepemilikan, dan tanggal berkas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar